Minggu, 08 April 2012

Kisah Pejabat Sederhana

Muhammad Natsir, Antara Jas Tambalan dan Mobil Butut

Oleh : Irwan Nugroho – detikNews



Di tengah langkanya sifat sederhana para pejabat saat ini, rasanya pantas untuk berpaling sejenak melihat kehidupan mantan Perdana Menteri Muhammad Natsir. Lepas dari segala kontoversinya dalam Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI), Natsir adalah tipe pejabat yang tak bergelimang harta.
Natsir kecil lahir di Alahan Panjang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, 17 Juli 1908. Ia merupakan pendiri Partai Masyumi yang dibubarkan oleh Presiden Soekarno pada tahun 1960. Selain pernah menjadi perdana menteri, ia sempat menjabat sebagai menteri penerangan selama beberapa periode.
Natsir, yang mendapat gelar sebagai pahlawan nasional pada 10 November 2008 dikenal sebagai sosok yang penuh sopan-santun dan rendah hati. Natsir juga negarawan yang sangat bersahaja dalam kehidupan sehari-harinya.

Kisah Seorang Bocah 10 Tahun Yang Menjadi Tukang Tambal Ban Truk


Dia terlalu kecil untuk melakukan pekerjaan berat di bengkel pamannya, tapi hal itu tidak membuatnya berhenti, seorang anak berusia 10 tahun Wang Junjie terpaksa harus menjadi tukang tambal ban truk setelah keluar dari sekolah. Wang Junjie tinggal di Propinsi Guizhou dan melakukan ini karena kondisi keluarganya yang tidak mampu untuk menyekolahkannya.
Melihat usianya belumlah pantas jika bocah usia 10 tahun yang masih mungil ini harus membongkar ban sebuah truk untuk ditambal, selain faktor usia faktor kemanusiaanpun rasanya sangatlah kurang pantas, karena seperti halnya bocah seusianya masih harus menuntut pendidikan di sekolah untuk masa depan mereka.
Mungkin nasib Wang Junjie nama bocah itu tidak semujur teman-temannya yang lain, Wang adalah putus sekolah yang diakbibatkan faktor ekonomi dan alasan sekolahnya yang mengeluarkannya karena dinilai hasil akademis pelajaran yang jelek. Dikutip dari dailymail.co.uk menceritakan, bocak cilik yang tinggal di Propinsi Guizhou Cina ini akhirnya bekerja menjadi tukang tambal ban mobil dan truk di bengkel pamannya.

Sabtu, 14 Januari 2012

The Power of Focus


Sinar mentari yang menyebar, mampu membawa kehangatan ke seluruh alam. Tapi tidak bisa membakar selembar daun kering. Namun coba lihat bila sinar mentari yang melewati cermin cekung terfokus pada satu titik. Dia bisa membakar selembar daun kering.
Perumpamaan itu sama dengan potensi manusia. Manusia memiliki berbagai keinginan yang membuatnya tidak bisa fokus pada satu bidang tertentu. Padahal dengan kekuatan fokus itu manusia bisa menjadi ahli dalam satu bidang, membuatnya bisa menjadi trend maker not only follower.
Fokus di bidang tertentu, membuatnya bisa memimpin orang lain di bidang yang menjadi keahliannya. Sehingga ketika dia dihadapkan pada sebuah permasalahan yang memerlukan solusi lintas keilmuwan, dia sudah memiliki dasar pola pikir yang kuat. Dalam konteks ini, ahli di bidang lain sifatnya sebagai pelengkap atau untuk memberikan sudut pandang yang berbeda.

Minggu, 01 Januari 2012

Kita Yang Menentukan Posisi, “Here, There and Everywhere”

Oleh : Erri Subakti


Hidup adalah ’sebuah karya seni.’

Mozart, Bethoven dll, jika memainkan karya-karyanya dengan jiwa mereka. Bukan sekedar mengikuti ‘ketukan metronome’ seperti lagu-lagu digital di masa sekarang yang ketukannya sudah terukur.

Artinya, sebuah karya seni tidak bisa ‘diulang’ penciptaannya karena memiliki latar belakang emosi yang berbeda-beda setiap waktunya. Tidak seperti eksakta, hasil perhitungan tadi malam pasti sama dengan perhitungan pagi hari. Itu sebabnya hanya ada satu lukisan Monalisa karya Leonardo Da Vinci.

Pernah kita bisa melakukan sesuatu yang jika kita ulangi sekali lagi, tidak mungkin bisa melakukannya dengan persis sama. Pencapaian keberhasilan seseorang dalam kehidupan juga demikian terjadinya. Kesuksesan yang pernah diraih di masa lalu sering sulit diulang lagi di masa kini. Situsi, kondisi, dan emosi tak kan lagi sama dari masa ke masa.

Sabtu, 31 Desember 2011

Miskin Itu Pilihan dan Keterpaksaan

Oleh : Muhammad Yunus


Pilihan miskin dari kesadaran dan keterpaksaan

Miskin adalah sebuah realitas kehidupan yang diakibatkan oleh beberapa factor kesalahan system ekonomi, kebijakan penguasa, system distribusi, pendidikan dan juga budaya masyarakat. Beberapa bentuk kemiskinan yang merealita di masyarakat hingga saat ini, diantaranya:

Miskin financial. Kemampuan untuk memiliki dan sekaligus susah untuk mendapatkan akses likuiditas uang. Secara kesadaran sering disebabkan oleh ketidakmauan untuk memaksimalkan kreatifitas dan kemampuan yang tersedia dalam diri. Sedangkan dalam bentuk keterpaksaan bersumber dari  susahnya mendapatkan uang beredar untuk kebutuhan berusaha. Keterpaksaan selanjutnya berasal dari kepincangan peredaran uang.

Miskin financial secara kesadaran bisa disebabkan beberapa persoalan internal. Pertama kekurangan pengetahuan tentang manajemen keuangan. Kedua, ketidakmampuan untuk beraktifitas melalui kerja keras dan cerdas. Ketiga, keenganan untuk melakukan perubahan cara dan pola berfikir dalam berusaha.

Kamis, 08 Desember 2011

Dampak Negatif Televisi



Dikutip dari laman DailyMail, sebuah penelitian dilakukan terhadap 6.000 orang, termasuk 3.000 orangtua di Inggris, memberikan gambaran dampak negatif televisi bagi anak.

Satu dari enam orangtua berpendapat, terlalu banyak menghabiskan waktu di depan layar merupakan penyumbang utama terhadap masalah komunikasi. Di Inggris, masalah ini mengganggu perkembangan komunikasi pada sedikitnya satu juta anak.

Sebanyak 51 persen responden berpikir bahwa anak-anak yang terlalu sering menyaksikan acara televisi akan mengalami hambatan komunikasi dengan orangtuanya. Bahkan, juga bisa membuat anak yang baru belajar bicara mengalami kesulitan memahami bahasa.

Sementara 16 persen orang dewasa dan 17 persen orangtua juga meyakini bahwa menghabiskan waktu terlalu banyak di depan televisi menjadi penyebab utama kesulitan berbicara, berbahasa, dan menghambat kebutuhan komunikasi.

Jumat, 02 Desember 2011

Pekerja Rendahan Menjadi Direktur Perusahaan Minyak Kelas Dunia

Oleh : Drs. Rachmat



Nasib seorang manusia tidak bisa ditebak. Ada yang bernasib buruk adapula yang bernasib baik.
Begitupun jalan hidup seseorang, ada yang melewatinya dengan penuh liku, hinaan & cercaan, bahkan ada yang mulus tanpa hambatan hingga dia selamat sampai tujuan.

Kita kerapkali disajikan dengan kisah-kisah inspiratif tentang perjalanan orang-orang sukses yang berhasil menempuh perjalanan panjang dan berlubang, hingga dia sampai pada posisi mereka sekarang. Harta yang melimpah, dihormati banyak orang lengkap dengan simbol kesuksesan yang berhasil diraihnya. Seperti cerita yang akan disajikan berikut ini.