Kamis, 08 Desember 2011

Dampak Negatif Televisi



Dikutip dari laman DailyMail, sebuah penelitian dilakukan terhadap 6.000 orang, termasuk 3.000 orangtua di Inggris, memberikan gambaran dampak negatif televisi bagi anak.

Satu dari enam orangtua berpendapat, terlalu banyak menghabiskan waktu di depan layar merupakan penyumbang utama terhadap masalah komunikasi. Di Inggris, masalah ini mengganggu perkembangan komunikasi pada sedikitnya satu juta anak.

Sebanyak 51 persen responden berpikir bahwa anak-anak yang terlalu sering menyaksikan acara televisi akan mengalami hambatan komunikasi dengan orangtuanya. Bahkan, juga bisa membuat anak yang baru belajar bicara mengalami kesulitan memahami bahasa.

Sementara 16 persen orang dewasa dan 17 persen orangtua juga meyakini bahwa menghabiskan waktu terlalu banyak di depan televisi menjadi penyebab utama kesulitan berbicara, berbahasa, dan menghambat kebutuhan komunikasi.


Meski demikian, faktor genetik dan biologis juga memengaruhi tingkat hambatan komunikasi pada anak.

"Sebanyak 10 persen atau sekitar 2-3 anak di setiap kelas di Inggris, mengalami kesulitan komunikasi jangka panjang yang berbasis biologis," kata Jean Gross, pakar komunikasi di Inggris. "Otak mereka tidak melakukan proses memahami bahasa yang cukup baik seperti otak anak-anak lain."

Mendukung penelitian itu, Laporan Ofsted awal bulan ini menemukan, anak-anak berjuang keras agar dapat membaca dan menulis lantaran mengalami hambatan berbicara atau mendengarkan dengan baik sejak kecil.

Studi terpisah mengungkap, anak-anak cenderung mengalami hambatan berbicara dan mendengarkan akibat kebisingan lingkungan sekitar dan percakapan minim di lingkungan keluarga. "Siaran televisi dengan volume besar, ditambah keriuhan suasana rumah bisa semakin menghambat kemampuan bahasa anak-anak," kata Gross.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar